CI Class Review

Posted on Desember 12, 2011

0


Ternyata sudah 1 semester saya di kelas Bapak Apiq. Ini sedikit review tentang hal-hal yang saya pelajari, terutama secara personal.

Kelas ini menurut saya unik. Saya yakin mayoritas teman saya juga menganggap kelas ini unik. Pertemuan pertama saya dengan kelas Pak Apiq, beliau langsung mengisyaratkan bahwa semua mahasiswanya akan mendapatkan nilai A di kelasnya. Walaupun disambut dengan tawa dan anggapan remeh temeh teman-teman saya dalam kelas ini, sebenarnya ini adalah salah satu kunci keberhasilan Pak Apiq dalam mentransfer ilmunya. Secara psikologis, dengan meniadakan beban target, otak akan lebih enjoy dan rileks, sehingga materi yang masuk akan lebih mudah masuk dan membekas lama. Coba bayangkan, salah satu mata kuliah, sebut saja BM, di awal pertemuan sudah digadang-gadang bahwa untuk mendapatkan nilai A, mahasiswa harus mendapatkan nilai diatas 8,85. Tentu saja hal tersebut membuat otak merespon negatif ‘ancaman’ tersebut. Sehingga setiap materi yang coba dimasukkan ke otak akan bertujuan semata-mata untuk dihafal dan mendapatkan nilai tersebut.

Beda halnya dengan kelas CI, dimana mahasiswa yang mungkin sebagian besar sudah yakin akan mendapatkan nilai A, sehingga setiap masuk kelas, otak nya tidak terbeban dengan target ‘saya harus hafal materi hari ini! saya harus mencatat semua slide! saya harus mendengarkan dengan fokus semua perkataan pak apiq!’ Sehingga otak meresponnya denngan positif. Suasana belajar pun tidak tegang, santai, namun tanpa disadari, materi akan masuk dan membekas karena otak bekerja dengan rileks dan tanpa beban. Salut pak dengan metode bapak ini 😀

Dari segi materi, yang saya salut adalah kelas ini ‘bukan ilmu dewa’ seperti ilmu di mata kuliah lainnya. Ya, kalau boleh jujur, materi yang disampaikan dikelas sebenarnya enteng, namun tidak kacangan. Hal inilah yang sangat sesuai dengan alur pembawaan yang memang semestinya dibawakan dengan demikian untuk mata kuliah yang mencoba mengajarkan Creativity and Innovation. Mungkin Pak Apiq sadar, bahwa Kreativitas dan Inovasi bukanlah hal yang bisa diajarkan. Kenapa? Karena Kreativitas dan Inovasi bukanlan ilmu, tapi cara berpikir dan memandang sesuatu. Sehingga yang disediakan dikelas ini adalah ‘bed’ atau sarana untuk mengembangkan cara berpikir tersebut, dengan cara-cara yang mudah dan menyenangkan. Belajar materi dan belajar cara berpikir adalah 2 hal yang jauh berbeda. Untuk seorang anak SMP, mungkin hanya butuh waktu 1 tahun untuk menguasai pelajaran biologi tentang . Namun untuk membuatnya berpikir secara matematis, dibutuhkan pendekatan yang komprehensive dan memakan waktu bertahu

Iklan
Posted in: Uncategorized